Wuwu, Alat Tangkap Ikan Tradisional yang Masih Banyak Dicari

wuwu, alat penangkap ikan tradisional dari bambu
10 wuwu yang siap dipasarkan

Wuwu merupakan alat tangkap ikan tradisional yang terbuat dari bambu. Wuwu juga biasa dikenal dengan nama bubu. Meski sudah banyak beredar alat tangkap ikan yang lebih modern, nyatanya hingga kini wuwu masih banyak dicari di pasaran, terutama di lingkungan pedesaan. Mungkin harga yang murah serta cara penggunaan yang mudah menjadi alasan mengapa orang-orang masih lebih memilih menggunakan wuwu.

Berbicara soal wuwu, sejak dulu hingga sekarang di desa saya masih banyak pengrajinnya. Kebetulan ayah saya adalah salah satu dari banyaknya pengrajin wuwu di sini.

Kerajinan tangan wuwu sudah ada sejak zaman dulu, jauh sebelum saya lahir. Ayah sayapun menguasai cara pembuatan wuwu dari orang tuanya (embah). Sama halnya dengan para tetangga yang juga pengrajin wuwu, mereka bisa membuat wuwu karena belajar dari para pendahulunya. Bisa dibilang usaha pembuatan wuwu di desa saya merupakan usaha turun temurun. Namun sayang, hingga saat ini saya belum mampu untuk mewarisi teknik pembuatan alat tangkap ikan tradisional yang satu ini.

Menjadi pengrajin wuwu bukanlah mata pencaharian utama. Ini hanya sekedar usaha sambilan dikala menunggu musim pekerjaan sawah tiba. Ya, karena mayoritas penduduk di sini memang bekerja sebagai petani. Petani padi ketika sawah dipenuhi dengan air hujan, petani palawija saat musim kemarau panjang telah tiba.

Baca Juga:  Sakit Gigi? Berobat dengan BPJS Kesehatan Juga Bisa Kok

Wuwu dibuat dengan ukuran yang bervariasi. Ada yang berukuran kecil dengan panjang ±90 cm, ada yang berukuran sedang dengan panjang ±100 cm, bahkan ada yang berukuran super jumbo dengan panjang ±150 cm. Panjang yang berbeda itu tentu akan diimbangi dengan diameter yang berbeda pula.

Adapun bahan untuk membuat wuwu hanyalah bambu dan tamparan. Apa itu tamparan? Bukan, bukan tangan yang mendarat di pipi dengan kerasnya 😆 Yang dimaksud tamparan di sini adalah sebuah tali yang dibuat dari bahan dasar serat sabut kelapa yang pembuatannya juga masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin ataupun alat bantu.

Untuk membuat sebuah wuwu berukuran kecil/sedang, mula-mula bambu harus dibilah hingga seukuran lidi. Kemudian hasil bilahan tersebut dihaluskan dengan pisau. Setelah semuanya halus, bilahan bambu dianyam menggunakan tamparan. Karena sifatnya hanya sebagai pekerjaan sambilan, biasanya pembuatan wuwu tidak langsung jadi dalam sehari.

Proses pembuatan wuwu, perangkap ikan dari bambu
Modelnya ayah saya loh 😀

Jika wuwu sudah jadi, para pengrajin tidak perlu bingung kemana wuwu akan dijual. Biasanya sudah ada juragan wuwu yang datang ke rumah dan siap menampung berapapun jumlahnya. Mungkin saking banyaknya permintaan, kadang wuwu belum jadipun juragan sudah datang lagi dan mewanti-wanti agar pembuatan wuwu segera diselesaikan.

Baca Juga:  Ikut Kebumen Berlari, Event Lari Pertama di Kebumen dengan Ribuan Peserta

Tak hanya juragan saja yang datang, terkadang ada juga orang yang datang sekedar untuk membeli 1-2 wuwu. Asalkan stok wuwu ada pasti tetap dilayani. Menurut cerita ayah saya, sewaktu saya masih di perantauan pernah ada orang dari Yogyakarta jauh-jauh datang ke sini hanya untuk membeli sebuah wuwu khas Kebumen ini. Pernah juga beberapa waktu yang lalu ada yang datang dan membeli kelontongan wuwu saja tanpa dipasangi jebakannya.

Mendengar cerita tersebut membuat saya sadar bahwa rezeki memang bisa datang dari mana saja, kapan saja dan di mana saja. Tak harus pergi ke kota kalau hanya untuk mencarinya karena di desapun kita akan menemukannya. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah kemauan dan kerja keras.

Tentang Marjono 47 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

2 Comments

  1. Salam kenal Marjono ,nama saya Ernelis,pengrajin Wuwu ( Bubu) ini,di Desa apa ?,kecamatan ?,kabupaten Kebumen ?,ada nomor yg bias di hubungungi ?,mohon tanggapannya ya.

    • Baik, untuk lebih detailnya silahkan DM langsung ke akun IG / facebook saya yang ada di laman blog ini. Nanti untuk nomor bisa saya berikan via DM.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*