Tabungan Emas Pegadaian Pernah Membuatku Menyesal

Investasi dalam bentuk emas sudah menjadi sebuah pilihan kebanyakan orang sejak dulu. Konon katanya investasi emas dianggap tidak terpengaruh oleh inflasi, tidak seperti investasi dalam bentuk uang. Meski terkadang mengalami naik turun, namun grafik harga emas per tahun kian merangkak naik. Emas sangat cocok untuk investasi dalam jangka panjang.

Dulu sewaktu training kerja sebelum masuk perusahaan di suatu kawasan industri Cikarang, peserta training (termasuk saya) sempat diberi gambaran dan saran untuk berinvestasi emas oleh seorang trainer. Katanya tidak usah banyak-banyak, cukup 1 gram tiap gajian. Akan tetapi saya sama sekali tak mengindahkan saran tersebut. Waktu itu saya belum berani ambil resiko jika suatu saat saya butuh uang bertepan dengan harga emas yang sedang turun.

Baru di tahun 2016 saya mulai merasa penasaran dengan investasi emas karena munculnya tabungan emas dari Pegadaian. Mulanya pembukaan tabungan emas baru bisa dilayani pada kantor cabang Pegadaian tertentu di jabodetabek. Kemudian di penghujung tahun 2016 pembukaan rekening tabungan emas bisa dilayani di seluruh cabang Pegadaian di seluruh Indonesia (mohon koreksi kalau salah). Untuk menghilangkan rasa penasaran yang telah lama ada, ketika pulang kampung (November 2016) saya membuka rekening tabungan emas di salah satu unit pelayanan cabang (UPC) Pegadaian di Kebumen.

Apa sih Tabungan Emas Pegadaian itu?

Dikutip dari laman website https://www.pegadaian.co.id Tabungan emas adalah layanan pembelian dan penjualan emas dengan fasilitas titipan dengan harga yang terjangkau. Layanan ini memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas.

Nantinya uang yang disetorkan akan langsung dikonversi sesuai dengan harga emas hari itu juga dan saldo tabungan akan dihitung dalam hitungan emas. Agar mendapat keuntungan, usahakan untuk melakukan penyetoran uang saat harga emas rendah dan mencairkan saldo emas pada saat harga emas tinggi. Di tabungan emas Pegadaian kita bisa setor uang mulai dari nominal yang setara dengan 0,01 gram emas. Artinya, untuk saat ini hanya dengan uang kurang dari 10.000 rupiah saja kita sudah bisa membeli (menabung) emas.

Syarat dan cara membuat Tabungan Emas Pegadaian

Untuk membuat rekening Tabungan Emas secara langsung di kantor cabang atau unit pelayanan cabang pegadaian, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Adapun syarat-syarat tersebut di antaranya:

  • fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Passpor) yang masih berlaku,
  • mengisi formulir pembukaan rekening Tabungan Emas,
  • membayar biaya administrasi sebesar 10.000 rupiah,
  • membayar fasilitas titipan emas selama 12 bulan sebesar 30.000 rupiah.

Jadi pada November 2016, ketika datang ke unit pelayanan cabang Pegadaian saya membawa fotokopi e-KTP beserta aslinya, uang 40.000 rupiah dan sejumlah uang yang ingin ditabungkan. Setelah menyerahkan foto kopi e-KTP petugas menyuruh saya untuk mengisi beberapa data diri pada formulir pembukaan rekening tabungan emas. Pengisian formulir telah lengkap, uang saya setorkan dan saya dipersilahkan untuk pulang. Petugas menyuruh saya kembali ke unit pelayanan cabang tersebut esok harinya untuk mengambil buku tabungan karena ternyata (saat itu) transaksi pembelian emas dan pembuatan buku tabungan diproses di kantor cabang.

Keesokan harinya saya kembali mendatangi unit pelayanan cabang Pegadaian yang sama. Saya diberi buku tabungan yang bertuliskan nama saya. Selain itu saya juga mendapat beberapa lembar kertas sebagai bukti pembukaan rekening tabungan emas serta bukti transaksi pembelian emas.

Buku Tabungan Emas Pegadaian
Buku Tabungan Emas Pegadaian

Sejak buku tabungan emas Pegadaian berada di tangan saya, saldo emas tidak pernah saya tambah. Alasannya? Karena rasa penasaran saya sudah tak ada lagi dan malas pergi ke UPC 😀 Hingga pada akhirnya, Juli 2018 saya membutuhkan uang dan terpaksa mencairkan saldo tabungan emas itu. Betapa menyesalnya saya. Bukan karena rugi, tapi karena harga emas sudah lebih tinggi lagi. Menyesal karena saya membuat tabungan emas dengan saldo awal yang sedikit tanpa menambah saldo lagi di kemudian hari.

Sebagai informasi tambahan, minimal pencairan saldo tabungan emas adalah 1 gram dengan saldo tertinggal setelahnya minimal 0,1 gram. Jadi sebelum melakukan pencairan pastikan ada saldo minimal 1,1 gram di dalamnya. Selain dicairkan, emas juga bisa dicetak dengan ketentuan minimal pencetakan 1 gram dan membayar biaya cetak sebesar 85.000 rupiah untuk emas PT. Antam atau 40.000 rupiah untuk emas PT. UBS. Kita bisa melakukan order cetak emas dengan pilihan keping 1, 2, 5, 10, 25, 50, 100 gram dengan biaya cetak yang berbeda tiap kepingnya.

*****

Masih banyak hal yang belum saya tuliskan mengenai tabungan emas Pegadaian. Pasti akan terlalu panjang jika dituliskan dalam 1 artikel. Jadi lebih baik saya sudahi saja postingan ini dan pengalaman menabung emas di Pegadaian lainnya akan saya tulis di lain waktu pada postingan berikutnya. Oiya, kalau ada yang ingin ditanyakan jangan sungkan untuk menulisnya di kolom komentar di bawah ini ya, nanti kita diskusikan bersama-sama 😀

Tentang Marjono 47 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

4 Comments

  1. Berapa lama kita menabung dan baru dicairkan di pegadaian supaya setidaknya tdk rugi? soalnya harga beli pegadaian (mencairkan) selalu lbh sedikit daripada harga jualnya (menabung).
    Trims

    • 2 tahun juga gak rugi mas Arman. Sebagai gambaran misalnya, tahun 2016 kita menabung/beli emas dengan harga Rp. 530.000,-. Kemudian di 13 Desember 2018 kita cairkan/jual emas dengan harga Rp. 597.000,- (sesuai harga di website resmi pegadaian). Kalau jumlahnya lebih dari 1 gram tentu sudah untung, mengingat biaya titip emas selama 2 tahun hanya Rp. 60.000,-

      Intinya, saat menjual emas pastikan dulu harga emas sedang tinggi-tingginya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*