Sakit Gigi? Berobat dengan BPJS Kesehatan Juga Bisa Kok

Tinggal di lingkungan pedesaan yang masih asri, dimana masih banyak pepohonan hijau nan rimbun membuat kami (saya & para tetangga) merasakan adanya perbedaan saat pergantian musim. Salah satu yang kami rasakan adalah perbedaan suhu udara.

Saat musim hujan suhu udara biasa saja, kadang kegerahan di siang hari kala langit mendung tapi tak kunjung turun hujan. Begitu pula pada malam hari, kadang tidur tanpa selimutpun jadi karena suhu udara biasa-biasa saja. Terpaksanya pakai selimut, itu hanya demi menghindari gigitan nyamuk.

Berbeda dengan musim penghujan, suhu udara saat musim kemarau di desa kami terbilang lebih dingin. Di siang hari suhu udara terasa lumayan dingin dan ketika malam hari suhu udara bertambah semakin dingin. Apalagi menjelang pagi, dingin sekali hingga menusuk tulang. Tapi tak jadi masalah buatku, dinginnya udara musim kemarau masih bisa ku tahan, sebab masih ada yang lebih dingin dari itu, yaitu dinginnya sikapmu terhadapku 😥

Berbicara soal dinginnya suhu udara di musim kemarau, pasti ada yang merasa tersiksa karenanya. Mereka adalah orang-orang yang punya gigi berlubang/bermasalah dengan kesehatan giginya. Termasuk saya. Saya memiliki gigi berlubang yang cukup besar dan hampir (atau bahkan sudah) mengenai kamar saraf gigi (pulpa). Setiap malam hingga pagi hari gigi terasa ngilu, sakit sekali. Cenat cenut, sakit terasa sampai kepala serta kaku pada leher bagian belakang.

Berobat ke dokter gigi

Karena tak mau terus-terusan menahan rasa sakit, akhirnya saya putuskan untuk berobat ke dokter gigi. Kebetulan saya memiliki BPJS Kesehatan mandiri dan memilih dokter gigi yang buka praktek tak jauh dari rumah, cuma ±1,5 km. Dengan ditemani seorang kawan, saya datang ke dokter gigi tersebut.

Kepada pak dokter saya mengatakan ingin berobat menggunakan BPJS Kesehatan. Sebagai syarat, saya diminta menunjukkan kartu BPJS Kesehatan yang asli untuk kemudian dicek nomor kepesertaan beserta kebenaran data-datanya. Mungkin juga dicek apakah iurannya sudah dibayar atau belum 😆

Baca Juga:  Mengunjungi Pasar Pereng Kali nan Unik dan Menarik

Urusan cek mengecek kepesertaan selesai, kini saatnya pak dokter menangani gigi saya yang sakit. Menurut beliau, gigi berlubang saya yang sakit ini masih bisa ditambal, tidak perlu dicabut. Syukur lah, saya juga masih belum rela kalau sampai harus kehilangan satu gigi geraham sekarang. Tapi sebelum ditambal permanen gigi harus diobati dulu. Setelah rasa sakitnya hilang baru bisa dilakukan penambalan permanen.

sakit gigi berobat dengan kartu BPJS Kesehatan
Dokter gigi Heri Atmanto – Prembun

Seperti apa sih proses tambal gigi berlubang? Apakah sakit? Apakah disuntik juga? Hmmm… dulu dibenak saya juga sempat muncul pertanyaan ngeri seperti itu, yang pada akhirnya membuat saya menunda-nunda kunjungan ke dokter gigi. Dulu, saya pikir proses tambal gigi akan terasa sakit karena disuntik gusinya. Namun kenyataannya tak seseram yang dibayangkan, tidak ada suntikan sama sekali. Jadi mulai sekarang kalian yang sakit gigi atau punya gigi berlubang jangan takut buat berobat/menambalnya ke dokter gigi ya 😀

Mula-mula lubang gigi yang sakit dibersihkan dengan menggunakan bor. Setelah itu, dokter memasukkan obat ke dalam lubang dan menutupnya dengan tambalan sementara. Saya disuruh kembali ke sana maksimal 7 hari kedepan untuk dilakukan tindakan berikutnya.

Baca Juga:  Pengalaman Menonaktifkan BPJS Kesehatan karena Meninggal Dunia

Kurang dari 1 minggu saya sudah kembali ke sana. Dibukalah tambalan sementara pada gigi saya. Rupanya masih ada sedikit rasa ngilu. Dokter kembali memasukkan obat ke dalam lubang gigi dan menutup dengan tambalan sementara lagi. Sama seperti sebelumnya, saya disuruh kembali masimal 7 hari kedepan.

Kunjungan ketiga, dokter membongkar tambalan sementara pada gigi saya. Rasa ngilu sudah tak terasa lagi. Akhirnya dokter memberi tambalan permanen pada gigi geraham bawah yang pernah sakit ini. Lega rasanya. Oh iya, meski saya berobat dengan BPJS Kesehatan, pelayanan yang diberikan tetap baik, dokternya pun melayani dengan sangat ramah.

Apakah biaya menambal gigi ditanggung BPJS Kesehatan?

Dari pertama berkunjung ke dokter gigi hingga selesai (tambal permanen) saya tidak keluar biaya sedikitpun. Semua biaya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Memang sebelumnya saya pernah menelepon layanan pelanggan BPJS Kesehatan dan menanyakan soal perawatan gigi berlubang. Katanya selama ada indikasi medis maka semua biaya ditanggung, gigi berlubang itu termasuk, apalagi sakit gigi. Hanya kondisi-kondisi tertentu yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk penjelasannya memang agak panjang, tapi banyak yang terlupakan, jadi mending tidak saya tulis di sini. Takut salah 😀

*****

Bagi kalian yang memiliki gigi berlubang sebaiknya segera ke dokter gigi atau puskesmas. Sebab gigi yang berlubang memiliki pengaruh yang besar bagi kesehatan. Jangan menunggu sampai sakit gigi, karena perawatannya akan memakan waktu lebih lama. Menurut dokter, kalau gigi tidak sakit dan lubang belum mengenai saraf gigi bisa ditambal langsung pada kunjungan pertama.

Tentang Marjono 47 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*