Pengalaman Pertama Menjadi Petugas KPPS Pilbup Kebumen

Akhir tahun 2020 memberi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Untuk kali pertamanya, saya berpartisipasi aktif dalam sebuah pesta demokrasi. Ya! Saya berkesempatan menjadi seorang petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) pada pilkada 9 Desember lalu. Sebuah pengalaman baru yang takkan mudah terlupakan.

Mulanya tak ada keinginan sedikitpun. Rasa biasa saja melihat poster-poster pasangan calon Bupati Kebumen terpajang di sepanjang jalan yang saya lintasi setiap lari pagi. Hingga suatu sore saya didatangi seorang tetangga, mengajak untuk mendaftar sebagai petugas KPPS. Entah kenapa, tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakan itu.

Pendaftaran dan Tes Kesehatan

Sebagai langkah awal, saya harus mengisi Surat Pendaftaran, Daftar Riwayat Hidup dan beberapa lembar Surat Pernyataan. Semua berkas tersebut dikumpulkan bersamaan dengan fotokopi e-KTP dan fotokopi ijazah terakhir (minimal SMA/sederajat). Sebagai pelengkap persyaratan, kami diminta untuk membuat Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas.

Mendekati hari H, ternyata ada surat undangan untuk tes kesehatan tahap ke 2. Tes ini dilakukan pada Puskesmas yang sama. Tak tertulis dalam surat undangan, namun perkiraan kami benar bahwa ini merupakan rapid test. Wajar saja, karena pilkada berlangsung di tengah pandemi, tentu semua yang bertugas harus dipastikan bebas COVID-19.

Bimbingan Teknis (BimTek)

Agar paham seluruh rangkaian pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS, petugas KPPS diberi bimbingan teknis oleh PPS. Bimbingan teknis ini terbagi dalam beberapa kesempatan dengan materi yang berbeda-beda. Sayangnya, tidak semua anggota KPPS berkesempatan mengikuti. Hanya perwakilan beberapa orang saja per TPS. Mungkin hal ini bertujuan untuk menghindari kerumunan yang merupakan salah satu cara penularan COVID-19.

Saya sendiri berkesempatan mengikuti bimbingan teknis sebanyak 2 kali. Pertama bimbingan teknis penggunaan aplikasi SiRekap di Android dan yang kedua bimbingan teknis pengisian aplikasi C.Hasil di laptop sebagai alat kontrol. Cukup menyenangkan! πŸ˜€

Pembagian C Pemberitahuan

C Pemberitahuan lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan Undangan Pencoblosan. Pengisian dan pendistribusiannya pun merupakan tugas dari KPPS. H-4 kami mengisinya, kemudian segera kami distribusikan kepada DPT pada H-3. Di sini saya jadi lebih banyak tahu nama asli tetangga-tetangga saya. Misalnya, untuk istri Mbah Rejo Dikromo yang terbiasa dipanggil Mbah Rejo Dikromo wadon sekarang saya tahu nama aslinya siapa.

Persiapan TPS

Sehari sebelum pemungutan suara berlangsung, tentu kami para petugas KPPS harus mempersiapkan TPS. Dengan dibantu oleh 2 petugas Linmas, sejak pukul 8 pagi kami mulai membersihkan tempat dan mengatur tata letak (hampir) menyerupai yang ada dalam buku panduan. Sambil persiapan tempat, sambil menunggu logistik yang diantar PPS datang. Dengan kerjasama yang baik persiapan ini tidak berlangsung seharian.

Malam hari seusai isya, kami kembali ke TPS. Bukan untuk melanjutkan persiapan. Hanya sekedar berbincang sambil menikmati secangkir kopi ditemani setoples kacang goreng. Karena tak berani tidur terlalu larut, menjelang tengah malam saya pulang untuk beristirahat. Tubuh ini butuh energi untuk melaksanakan tugas negara besok pagi.

Pelaksanaan Tugas


Setelah melalui berbagai macam persiapan, kini tibalah hari pencoblosan. Tepat pukul 7 pagi kami yang bertugas diambil sumpah, kemudian mulai melayani masyarakat yang hadir yang ingin menggunakan hak suaranya. Kami melayani dengan sepenuh hati hingga pukul 13.00, dimana waktu pemungutan suara berakhir.

Sedari pagi saya duduk di samping meja KPPS 1 (ketua). Sebagai KPPS 3 saya diberi tugas mengisi nama kecamatan, nama desa/kelurahan dan nomor TPS pada Surat Suara kemudian menyerahkannya ke KPPS 1 untuk ditandatangani. Tak begitu keteter karena sebagian besar pencoblos datang sesuai jam yang telah dijadwalkan dalam C Pemberitahuan.

Lewat pukul 13.00 kami segera melakukan penghitungan. Saya ditugasi untuk mengisi tally pada C.Hasil di laptop sesuai yang disebutkan saat penghitungan berlangsung. Penghitungan selesai, data-data lain saya masukkan dan semua sinkron. Selanjutnya teman-teman petugas yang lain mengisikan data tersebut ke lembaran C. Hasil yang tersedia.

Belum berhenti sampai di sini, masih ada 1 tugas lagi yang harus saya selesaikan. Saya harus memfoto C-Plano yang tertempel pada dinding dan mengirim ke server KPU melalui aplikasi SiRekap. Sialnya, dari selesai pengisian C-Plano hingga menjelang maghrib proses pengiriman foto selalu gagal. Terpaksa tugas itu saya bawa pulang. Saya rasa servernya jebol gara-gara diakses puluhan ribu user dalam satu waktu πŸ˜† Kami pulang menjelang maghrib, setelah PPS mengambil kotak suara yang berisi C-Plano dan dokumen-dokumen penting lain untuk dibawa ke kantor desa.

Sekitar pukul 19.00 saya coba mengirim kembali foto C-Plano melalui SiRekap. Ternyata berhasil. Data-data saya cocokkan dengan data yang ada dan semua terselesaikan saat itu juga. Alhamdulillah nggak ribet. Lega rasanya telah merampungkan tugas dengan baik. Akhirnya malam itu saya bisa tidur dengan sangat nyenyak.

Menikmati Honor

Tugas telah selesai, saatnya menikmati honor. Berapa sih honor menjadi petugas KPPS? Perlu sebut nominal kah di sini? Saya rasa tidak perlu! Biar lebih etis. Yang jelas honor tersebut bisa digunakan untuk menikmati mie ayam dan baso bersama ayah, adik, kakak serta 3 orang keponakan saya. Sisanya masih bisa ditabung.

Bagi saya yang baru pertama kali bertugas, besar kecilnya honor tidaklah penting. Dapat pengalaman baru dan bertemu dengan orang-orang baru adalah suatu hal yang jauh lebih menyenangkan. Inilah honor yang sesungguhnya.

Bagaimana dengan Kamu?

Dalam hidup, tidak ada salahnya untuk selalu mencoba hal baru. Selama itu positif, lakukan! Tak perlu mendengar apa kata orang yang ia sendiri belum pernah mencobanya. Termasuk mencoba jadi petugas KPPS. Jadi, apakah kamu siap untuk menjadi petugas KPPS selanjutnya? Atau malah sudah pernah berkali-kali? Silahkan share pengalamanmu melalui kolom komentar yang ada di bawah ini… πŸ™‚

Terima kasih telah berkunjung di blog sederhana ini. Jangan lupa ikuti saya di:
facebook: Joncekrek
instagram: @joncekrek
twitter: @joncekrek
Tentang Marjono 21 Articles
Halooo.... terima kasih sudah berkunjung ke blog sederhana ini. Sampaikan saran dan kritikmu melalui akun media sosial saya di bawah ini:

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*