Pengalaman Menonaktifkan BPJS Kesehatan karena Meninggal Dunia

Menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan anggota keluarga yang telah meninggal dunia adalah hal yang wajib dilakukan. Sebab jika tidak, premi bulanan akan terus ditagihkan meski pesertanya sudah tidak ada. Semakin cepat dilakukan penonaktifan maka akan semakin baik.

Untuk saat ini menonaktifkan BPJS Kesehatan karena meninggal dunia baru bisa dilakukan dengan cara mendatangi kantor BPJS Kesehatan terdekat. Semoga kedepannya bisa secara online baik melalui web maupun aplikasi Mobile JKN.

Pertengahan Mei kemarin, ibu saya meninggal di rumah sakit. Karena pikiran yang masih belum tenang, waktu yang mepet dengan bulan Ramadhan, ditambah jarak dari rumah ke kantor BPJS Kesehatan yang cukup jauh (± 22 km), saya memutuskan untuk melapor setelah lebaran saja. Resikonya saya harus membayar premi bulan Juni dan Juli milik almarhumah ibu, kalau tidak dibayar premi BPJS Kesehatan saya dan bapak juga tak bisa dibayar.

Usai lebaran pikiran sudah mulai tenang walau masih belum benar-benar percaya kalau ibu sudah tiada. Setelah jalan sepi dari arus balik, saya pergi ke kantor BPJS Kesehatan dengan membawa kartu BPJSKES yang asli, fotokopi surat kematian, fotokopi KTP ibu, bukti pembayaran BPJS Kesehatan bulan Juli dan fotokopi kartu keluarga.

Sampai di kantor BPJS Kesehatan, sebelum ambil nomor antrian saya disuruh mengisi formulir coklat. Di bagian bawah formulir tersebut ada kolom untuk diisi data peserta yang meninggal. Kalau tidak salah saya hanya mengisi nama, nomor peserta dan tanggal lahir ibu. Setelah formulir terisi, saya segera mengambil nomor antrian.

Hari itu antrian tak begitu ramai. Baru menunggu sebentar, nomor antrian saya sudah dipanggil. Segeralah saya menuju customer service. Dengan ramah CS menyapa “Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?” Saya menjelaskan maksud dan tujuan sambil menyerahkan fotokopi surat kematian dan kartu BPJSKES asli milik ibu.

CS melakukan penonaktifan, lalu menyerahkan secarik kertas kepada saya sebagai bukti bahwa kepesertaan BPJS Kesehatan ibu telah dinonaktifkan dengan alasan meninggal dunia. Semua beres, kartu BPJSKES yang asli ditahan dan saya pulang. Saat diparkiran saya iseng mengecek status kepesertaan ibu melalui aplikasi Mobile JKN dan hasilnya seperti gambar di bawah ini.

Pengalaman menonaktifkan BPJS Kesehatan karena meninggal dunia

Kalau kita browsing persyaratan menonaktifkan BPJS Kesehatan karena meninggal tidak hanya fotokopi surat kematian dan kartu BPJSKES asli. Tapi sewaktu ambil nomor antrian, saya sempat bertanya apa saja syaratnya. Pak satpam menjawab hanya 2 itu saja. Dan benar, CS tidak menanyakan berkas/persyaratan yang lain.

Untuk surat kematian, bagi yang meninggal di rumah sakit bisa membawa surat kematian dari rumah sakit atau dari kelurahan (pilih salah satu). Sedangkan untuk yang meninggal di rumah sudah tentu harus membawa surat kematian yang dibuat oleh kelurahan.

Sebagai informasi tambahan, tidak ada santunan kematian untuk keluarga peserta BPJS Kesehatan yang meninggal dunia. BPJS Kesehatan hanya menjamin kesehatan dan biaya pengobatan pesertanya selama ada diagnosa medis. Kepesertaan akan tetap aktif dan tagihan akan terus berjalan setiap bulannya sebelum kematian dilaporkan.

Demikian tadi sedikit pengalaman menonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan karena meninggal dunia. Semoga bermanfaat khususnya bagi peserta mandiri. Terima kasih sudah berkenan membaca. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan panjang umur. Amin….

Jika kamu suka artikel ini, jangan ragu untuk mentraktir saya kopi.

Traktir Kopi

Terima kasih dukungannya!
Tentang Marjono 23 Articles
Hai kamu! Terima kasih telah berkunjung ke blog yang sederhana ini. Jangan lupa follow juga akun media sosial saya di bawah ini:

6 Comments

  1. Bismillah, mas apakah setelah itu kita bisa pindah kelas, misal awalnya kelas 1 tapi pas suami meninggal kita ingin pindah k kelas 3, terima kasih

  2. Apa tagihan milik ibu anda harus tetap di bayar? dan tidak di refund atau di bayarkan ke peserta BPJS yg masih aktif? saya mau urus tagihanya udah 300rb sekian.

    • Ibu saya meninggal bulan Mei dan tagihan masih saya bayar hingga bulan Juli. Saat penonaktifan di kantor cabang BPJS Kesehatan (bulan Juli) CS bilang uang yang sudah dibayarkan tidak bisa direfund ataupun dialihkan ke peserta yang masih aktif.

      Untuk mas Avris saya sarankan jangan dibayar dulu tagihannya. Sebaiknya mas Avris segera lakukan penonaktifan kepesertaan anggota keluarga yang meninggal, nanti bisa dibicarakan dengan CS di sana apakah harus dilunasi dulu atau tidak. Sebab ada info kalau tagihan yang wajib dibayar sebelum penonaktifan hanya sampai bulan peserta tersebut meninggal dunia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*