Pengalaman Menginap di OYO Rooms Dekat Bandara Adisutjipto Yogyakarta

Hadir pada sebuah acara yang berlangsung seharian penuh memaksa saya untuk bermalam di Yogyakarta. Acara yang berakhir pukul 18.30 itu membuat saya ketinggalan jadwal Prameks terakhir menuju stasiun Kutoarjo. Mau tak mau saya harus menunggu kereta Prameks esok harinya, 26 November 2019, dengan mengambil jadwal keberangkatan terpagi dari stasiun Maguwo.

Sebenarnya kalau mau ke terminal, malam itu masih ada bus omprengan yang melintasi Kutoarjo. Atau bisa juga menumpangi bus Efisiensi jurusan Purwokerto yang agennya ada di dekat stasiun Maguwo/Bandara Adisutjipto, tentu dengan tarif yang sedikit lebih mahal. Tapi saya lebih memilih untuk membayar penginapan di sekitaran bandara. Lebih baik melepas lelah sejenak di penginapan daripada harus ribet turun bus di Kutoarjo kemudian naik motor malam-malam menuju Kebumen.

Mencari penginapan murah di Yogyakarta tidaklah sulit. Saya tak perlu bingung kesana kemari, bertanya ke warga sekitar meski hanya seorang diri. Semua berkat OYO Rooms. Hahaha… Tunggu dulu! Sebelum dilanjut, saya mau menegaskan bahwa artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi yang benar-benar saya alami kemarin. Bukan karena adanya kerjasama dengan pihak OYO. Jadi kalau nanti ada sedikit kalimat pujian, itu merupakan sebuah ungkapan kepuasan saya.

Kembali lagi ke OYO Rooms atau yang biasa dikenal dengan sebutan OYO, merupakan jaringan layanan perhotelan di berbagai kota di Indonesia sejenis Airy Rooms dan RedDoorz. Intinya, kamar hotel/penginapan OYO bisa dipesan secara online jauh-jauh hari sebelum tanggal check in. Cara pemesanannya cukup mudah, bisa melalui https://oyorooms.com/ dan juga aplikasi di android atau iOS.

Mungkin di sini saya tidak perlu menjelaskan panjang lebar cara membuat akun dan cara memesan kamar/hotel OYO. Karena saya yakin kamu yang ada niatan untuk booking online kamar/hotel pasti paham alurnya. Ya, kurang lebih sama seperti aplikasi sejenis lainnya. Kalau sekiranya ada kesulitan silahkan tulis di kolom komentar yang telah saya sediakan di bawah artikel ini untuk kita diskusikan bersama.

Pengalaman menginap di OYO 244

Karena akan naik Prameks dari stasiun Maguwo yang lokasinya berdampingan dengan bandar udara Adisutjipto, untuk mencari penginapan saya berpatok pada bandara. Harapannya sih biar dapat penginapan yang berlokasi tak jauh dari bandara. Jadi besok pagi cukup jalan kaki saja menuju stasiun.

Benar saja, saya mendapat sebuah kamar penginapan yang lokasinya hanya berjarak ±700 meter dari stasiun Maguwo. Namanya OYO 244 Griya Cemara Homestay. Tak begitu jauh bagi saya yang tak membawa kendaraan. Sempat ragu untuk memesan saat melihat di Google Maps OYO 244 berada di pinggiran sawah. Ngeri juga kalau sepi. Maklumlah, saya memang agak penakut dengan sesuatu yang tak kasat mata. Nekat, akhirnya saya tetap memesannya.

Memang realita tak selalu lebih buruk dari ekspektasi. Kadang kala juga bisa lebih menyenangkan. Seperti yang saya alami malam itu. Bayangan akan susah tidur karena suasana horror penginapan tergantikan dengan kenyataan yang begitu nyaman. Gak ada horor-horornya sama sekali.

Saat check in saya disambut dengan sangat ramah. Saya disodori selembar kertas bertuliskan peraturan yang berlaku di penginapan ini. Usai membaca, saya disuruh mengisi nama dan beberapa biodata lain, kemudian menandatanganinya sebagai tanda bahwa saya menyetujui peraturan tersebut. Sebagai jaminan saya diminta meninggalkan kartu identitas (KTP/SIM) dan bisa diambil kembali nanti saat check out.

Urusan check in selesai, saya langsung diantar ke kamar. Mantap! Kamarnya terlihat bersih dan rapi. Di dalam kamar terdapat 2 tempat tidur, lemari besar untuk pakaian, meja rias dengan cermin kaca yang cukup besar, AC dan LED TV. Di meja TV juga tertulis info SSID wifi beserta passwordnya yang bisa dipakai untuk berinternet ria secara gratis. Di kamar mandi tersedia 2 handuk besar, hair & body wash, body lotion, sikat dan pasta gigi. Bisa dibilang cukup lengkap untuk ukuran kamar dengan harga 80ribuan/malam yang saya bayarkan setelah diskon.

Ini dia beberapa penampakan dari fasilitas yang baru saja saya sebutkan di atas(foto merupakan jepretan asli dari kamera hp saya):

Untuk tamu yang suka minum kopi atau teh, di depan kamar sudah disediakan galon dan dispenser, gula, teh dan kopi. Semua tamu boleh membuatnya. Disediakan pula air mineral kemasan cup untuk yang menginginkan air putih.

Sepertinya tak ada sarapan, makan siang atau makan malam di penginapan ini. Tamu bisa memesan makanan dengan jasa GoFood atau GrabFood. Sewaktu di sana, saya memanfaatkan promo diskon 20% dan voucher 20k dari GoFood. Jadi saya cukup membayar 10k untuk paket combo 2 porsi ayam bakar + 2 es teh manis sudah termasuk ongkos kirim dari GoFood Partner Ayam Goreng & Bakar Spesial Bu Giyo. Lumayan dapat makan malam murah, enak dan mengenyangkan 😀

Di OYO 244 juga disediakan lahan parkir. Meski tak begitu luas tapi mampu untuk menampung beberapa mobil dan motor tamu. Untuk keamanan sudah barang tentu aman. Terdapat CCTV di area penginapan, ditambah pagar dan pintu gerbang yang tingginya melebihi tinggi badan saya. Gerbang akan ditutup pada pukul 00.00-05.00. Tamu yang ada kepentingan keluar di jam-jam tersebut bisa konfirmasi sebelumnya supaya dibukakan gerbang.

Suasana tenang tanpa suara bising lalu lalang kendaraan membuat saya terlelap sepanjang malam. Hingga terbangun pada pukul 04.30 dan check out 45 menit setelahnya. Kurang dari 10 menit berjalan kaki saya sudah sampai di stasiun Maguwo. Masih ada waktu cukup lama untuk menunggu Prameks yang meluncur ke Kebumen pukul 06.08.

Yang saya suka dari OYO

  • Bisa pesan kamar jauh-jauh hari melalui web/aplikasi
  • Bisa bayar langsung saat pemesanan atau bisa juga nanti saat check in
  • Untuk mendapatkan kamar tidak perlu uang muka
  • Saat memesan kamar kita bisa menginfokan akan check in jam berapa
  • Kamar bersih dan rapi
  • Fasilitas cukup lengkap

Yang saya kurang suka dari OYO

  • Info ketersediaan kamar kurang jelas. Misalnya kemarin sebelum memesan tertulis Cepat! Hanya 1 kamar tersisa. Nyatanya setelah saya memesan dan melunasi pembayaran, untuk tanggal yang sama masih saja tertulis seperti itu.
  • Harga sewa untuk kamar yang sama berubah-ubah dalam waktu yang singkat. Seperti kemarin saat pilih-pilih penginapan pukul 05.00 harga masih Rp. 110.000,- permalam. Rupanya setelah siang hari naik menjadi Rp. 157.143,-. Beruntung saya memiliki kupon diskon sehingga saya cukup membayara Rp. 82.143,- saja.
Tentang Marjono 47 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*