Mengunjungi Pasar Pereng Kali nan Unik dan Menarik

Pasar Pereng kali Kemit, grenggeng, Karanganyar, Kebumen
Foto dari Dedi Setiawan

Di tengah berkembangnya kehidupan masyarakat Kebumen yang semakin modern, kini justru kembali hadir sebuah pasar tradisional nan unik serta menarik untuk dikunjungi. Namanya Pasar Pereng Kali. Sesuai namanya, pasar ini memang terletak di pereng kali Kemit (pinggiran sungai Kemit), desa Grenggeng, Kecamatan Karanganyar, kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Pasar Pereng Kali bukanlah pasar peninggalan para leluhur. Pasar ini baru di-launching tanggal 14 Juli 2018 ketika ada Festival Kampung Heppiii yang disponsori oleh Djarum. Pasar tidak buka setiap hari, melainkan hanya 35 hari sekali yaitu setiap Minggu Legi (Minggu Manis) dari jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Jadi hingga tulisan ini saya buat, Pasar Pereng Kali Kemit baru buka 4 kali.

Minggu Legi, 28 Oktober 2018 kemarin, saya bersama seorang kawan menyempatkan diri untuk mengunjungi pasar tersebut. Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 6.30 dengan mengendarai sebuah sepeda motor. Jarak yang harus kami tempuh ±37 km dan memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan santai.

Setelah melewati drama “kebablasan dan putar balik” karena ternyata motor kami melaju lebih kencang dari petunjuk yang ada di Google Maps, akhirnya kamipun sampai di area parkir Pasar Pereng Kali. Lumayan terkejut ketika melihat pengunjung tak hanya datang dengan berjalan kaki atau naik sepeda motor, rupanya banyak juga yang membawa mobil pribadi. Cukup WOW bagi saya melihat begitu banyak kendaraan yang terparkir di sana.

Saya menghentikan laju motor dan mencabut kuncinya. Lalu si juru parkir mengambil 2 nomor parkir dengan angka yang sama, 1 untuk ditempelkan di motor dan 1 lagi untuk diberikan kepada saya. Uang jasa penitipan sepeda motor sebesar 2.000 rupiah harus dibayar saat itu juga, saat motor masuk area parkir. Area parkir berada di sekitaran rumah-rumah warga dengan pengamanan yang lumayan ketat.

Usai memarkir motor, kami berjalan menuju pintu masuk Pasar Pereng Kali. Niat untuk cekrak-cekrek mulai dari gerbang masuk tak terlaksana gara-gara saking ramainya pengunjung yang datang. Nampaknya urat malu kami saat itu masih ada dan masih dalam ambang batas normal 😀

Baca Juga:  Rute dan Harga Tiket Jembangan Wisata Alam Kebumen

Salah satu keunikan Pasar Pereng Kali adalah harus menggunakan mata uang kepeng di setiap transaksinya. Uang kepeng yang terbuat dari anyaman daun pandan itu dapat pengunjung peroleh dengan menukar uang rupiahnya pada konter yang telah tersedia di dalam pasar. Nilai tukar 1 kepeng sama dengan 2.000 rupiah. Nantinya jika tidak habis dibelanjakan, kepeng bisa ditukar kembali dengan rupiah lagi.

Sebagian besar dagangan yang dijajakan di Pasar Pereng Kali adalah makanan. Bermacam makanan tradisional bisa kita jumpai di sini, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Harga-harganya pun tak memberatkan kantong. Untuk makanan ringan dibanderol dengan harga 1-2 kepeng. Seperti jajanan pasar misalnya, untuk 2 jajan kita cukup membayar dengan 1 kepeng saja. Sedangkan untuk makanan berat dibanderol dengan harga 3-5 kepeng, misalnya nasi gudeg + tempe bacem sudah bisa kita nikmati dengan harga 3 kepeng atau setara dengan 6.000 rupiah.

Baca Juga:  Ikut Kebumen Berlari, Event Lari Pertama di Kebumen dengan Ribuan Peserta

Selain itu, di pasar pereng kali juga ada lapak yang menjual aneka minuman tradisional seperti dawet, burjo, jahe susu, jamu, dan lain-lain. Ada juga yang menjajakan hasil bumi masyarakat desa setempat seperti pisang, nanas, jambu air, belimbing dan melon. Tak ketinggalan pula, di sini kita bisa menemukan aneka kerajinan tangan khas desa Grenggeng yang terbuat dari anyaman daun pandan seperti dompet, tas, sandal, kotak tisu, caping dan lain-lain.

Ada sebuah pertunjukan kesenian daerah setiap kali Pasar Pereng Kali Kemit dibuka. Tujuannya untuk menghibur para pengunjung pasar dan juga untuk memperkenalkan serta melestarikan kebudayaan Jawa yang mulai hilang termakan zaman. Saat saya berkunjung kemarin, yang berkesempatan mengisi panggung pertunjukan adalah kesenian tari kreasi kuda lumping Wahyu Sekar Melati Budoyo dari desa Sidayu, Gombong, Kebumen.

Selain pertunjukan kesenian, sebagai hiburan, pengelola juga menyediakan permainan tradisional yang sudah jarang sekali kita jumpai di rumah. Sebut saja egrang dan congklak. Tak hanya itu, pengelola juga pintar memanfaatkan potensi yang ada dengan menyediakan kano bagi pengunjung yang ingin coba menyusuri sungai Kemit. Saya melihat di sana anak-anak beserta orang tuanya sangat menikmati permainan tersebut.

Demikian tadi sedikit cerita kunjungan saya ke Pasar Pereng Kali kemarin. Bagi kalian yang ingin berkunjung saya ingatkan kembali pasar hanya buka 35 hari sekali (selapanan) setiap Minggu Legi. Untuk rute menuju ke sana kalian bisa mengikuti rute yang ada di Google Maps, cari saja dengan kata kunci Pasar Pereng Kali, letaknya ±400 meter dari pasar Kemit.

Tentang Marjono 48 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*