Liburan Akhir Tahun, dari Curug Kedungsentul hingga Wisata Alam Lubang Sewu

Libur panjang akhir tahun dan akhir semester telah usai. Para karyawan sudah mulai kembali bekerja, para pelajar sudah kembali masuk sekolah. Dan hanya saya, seorang anak petani yang sedang menganggur yang tak harus kembali ke mana-mana. Maklum lah, musim pekerjaan di sawah memang tak mengenal hari libur. Hari kerja bisa menjadi hari libur, hari liburpun bisa menjadi hari kerja. Seperti kemarin, musim tanam padi datang bertepatan dengan awal liburan sekolah.

Hampir 2 minggu di akhir tahun 2018 saya habiskan untuk menyelesaikan pekerjaan di sawah. Setelah semua beres, barulah pada tanggal 30 Desember 2018 saya bisa pergi jalan-jalan. Meski hanya seorang (anak) petani sepertinya saya juga butuh refreshing. Ya, sama seperti para karyawan yang ingin menghilangkan kepenatannya selama bekerja, seperti para pelajar yang ingin merefresh kembali otaknya setelah berbulan-bulan dijejali dengan berbagai macam ilmu dan tugas mata pelajaran.

Liburan saya di akhir tahun 2018 terbilang murah meriah. Tapi cukup seru, menakutkan juga menyenangkan. Tempat wisata yang saya kunjungi masih ada di sekitaran Kebumen bagian timur saja. Mulai dari curug Kedungsentul, Kedai Kopi Adem Sorpring Mbak Ayu yang baru-baru ini viral (kalau ini bukan tempat wisata ya πŸ˜€ ), Obyek Wisata Waduk Wadaslintang serta Obyek Wisata Lubang Sewu.

Curug Kedungsentul

Curug atau air terjun Kedungsentul berada di desa Sidototo, kecamatan Padureso, kabupaten Kebumen. Saya memutuskan untuk mengunjungi curug ini karena beberapa hari sebelumnya melihat status Whatsapp seorang kawan yang menampilkan foto dan video dirinya dengan latar belakang keindahan curug ini. Tentu saya jadi penasaran dan ingin sekali berfoto di sana πŸ™‚

Berangkat dari rumah bersama seorang kawan berboncengan sepeda motor mengikuti rute di Google Maps. Petunjuk arah yang diberikan cukup jelas. Bagi yang dari Kebumen kota atau Purworejo akan diarahkan ke Prembun. Sesampai di pertigaan lampu merah (sebelah barat terminal Prembun) belok ke utara mengikuti jalan Wadaslintang. Akan ada tugu perbatasan yang sangat jelas terlihat di kanan kiri jalan ketika memasuki desa Sidototo. Tak jauh dari tugu nanti akan diarahkan untuk belok kiri menuju jalan curug Kedungsentul.

Sayangnya, setelah belok kiri melalui jalan curug Kedungsentul (sesuai yang tertulis di Maps), petunjuk jalan terputus tak begitu jauh dari lokasi curug. Agak sedikit membingungkan. Beberapa kali kami bertanya kepada warga setempat dan kemudian memutar arah. Hingga akhirnya kami berhenti di persimpangan yang letaknya tepat di atas curug dan menunggu orang lewat untuk ditanya lagi.

Tak berapa lama ada pak tani yang hendak pergi ke ladang. Kami menanyakan jalan menuju curug Kedungsentul kepada beliau. Rupanya untuk ke curug, kami bisa turun melalui jalan setapak yang ada di dekat posisi kami berdiri. Tapi motor harus ditinggal karena medan yang tak memungkinkan. Kebetulan pak tani tersebut juga melewati jalan setapak itu, kami mengikutinya.

Baca Juga:  Wisata Alam Prabu, Nikmati Keindahan Alam Kebumen dari Atas Bukit

Kami berpisah dengan pak tani di antara sekumpulan pohon bambu. Pak tani meneruskan perjalanan ke ladangnya dan kami harus turun menuju curug melalui tanah beranak tangga buatan anak-anak KKN. Cukup curam dan seram menurut saya, alas kaki terpaksa kami lepas agar tidak terpeleset. Dengan penuh perjuangan akhirnya sampailah kami di tempat jatuhnya air curug. Tempat yang sangat tertutup dan sangat alami, sepertinya tempat ini masih jarang sekali dijamah oleh manusia. Ngeri-ngeri sedap, mengingat yang berada di tempat itu hanya kami berdua. Dengan sedikit rasa was-was kami berfoto ria dan selanjutnya bergegas naik meninggalkan curug Kedungsentul.

Berhubung ternyata curug Kedung sentul tidak/belum dikelola menjadi sebuat tempat wisata, saran saya urungkan niat kamu yang ingin pergi ke sana. Sebab di sana tidak ada parkir khusus untuk kendaraan pengunjung, tidak ada petunjuk, tidak ada penjaga, medan yang dilalui belum memadai dan tempatnya yang tertutup oleh tebing, bambu serta pepohonan rimbun lainnya. Takutnya terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan. Lebih baik cari tempat wisata lain yang memang telah dikelola dan dibuka untuk umum. Akan saya update kalau curug Kedungsentul sudah dikelola dan dibuka untuk umum.

Kedai Kopi Adem Sorpring Mbak Ayu

Tak jauh dari curug Kedungsentul, lokasi kedai kopi ayu yang baru-baru ini viral hanya berjarak Β±1,3 km ke utara. Tepatnya berada di desa Kaligubug, kecamatan Padureso. Sepertinya, nama kedai Sorpring itu merupakan singkatan dari bahasa Jawa β€œngisor pring” yang dalam bahasa Indonesia artinya di bawah pohon bambu. Memang kedai kopi ini berada di pinggir jalan di bawah pepohonan bambu yang adem πŸ˜€

Sebenarnya saya sudah pernah ke warung kopi ini. Tapi karena kawan saya belum pernah dan penasaran akhirnya kami mampir. Tak hanya kopi, aneka minum lain pun tersedia. Pokoknya semua yang dijajakan sama seperti warung kopi pada umumnya, termasuk makanan dan cemilannya. Untuk makanan beratnya, warung kopi ini sesekali menyediakan nasi bucu (kunjungan pertama) dan thiwul (kunjungan ini).

Baca Juga:  Mengunjungi Pasar Pereng Kali nan Unik dan Menarik

Tak mau memanfaatkan keviralannya, pengunjung yang datang karena penasaran tetap diberi harga wajar. Harga-harga yang dipatok tetap mengikuti harga standar warung kopi kebanyakan. Pengunjung juga bisa foto bersama secara gratis dengan mbak Ayu yang viral itu. Saya juga sudah foto bersama loh di kunjungan pertama kemarin. Ini dia foto nyolong-nyolongnya πŸ˜†

Obyek Wisata Waduk Wadaslintang

Sebagian waduk ini berada di wilayah kabupaten Kebumen, sebagian lagi masuk kabupaten Wonosobo. Jadi di tiket/karcis masuknya tertulis Pemerintah Kabupaten Kebumen dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo πŸ˜€ Tempat ini cocok untuk liburan bersama keluarga, teman, pacar atau yang sedang PDKT. Adapun harga tiket masuknya adalah Rp. 4.000,-/orang dewasa dan untuk parkir motor dikenakan Rp. 2.000,-. Sedangkan untuk tiket masuk anak-anak dan parkir mobil saya lupa tidak menanyakannya, jadi maaf saya tidak bisa memberikan informasinya πŸ˜†

Kamu yang suka foto-foto gak bakalan nyesel datang ke sini. Sewaktu di sana, saya melihat banyak pengunjung yang dikit-dikit cekrek baik dengan kamera mahal maupun kamera hp. Sayangnya, saya tidak ada kesempatan untuk mengabadikan momen di sana karena hujan yang mengganggu.

Obyek Wisata Lubang Sewu

Lubang Sewu masih berada di waduk Wadaslintang namun sudah masuk wilayah kabupaten Wonosobo sepenuhnya. Lokasi tepatnya berada di desa Erorejo, kecamatan Wadaslintang, Β±7,7 km ke utara dari obyek wisata Waduk Wadaslintang. Harga tiket/karcis masuk cukup murah, hanya Rp. 2.000,- per pengunjung, sama seperti harga tiket/karcis parkir kendaraan bermotor di tempat wisata itu.

Ada apa sih di obyek wisata Lubang Sewu? Ternyata di sana banyak batu karang yang berwarna putih kecoklatan di pinggiran waduk dengan ukuran yang bervariasi. Di bebatuan itu terlihat banyak lubang, mungkin ini sebabnya tempat wisata ini dinamakan Lubang Sewu yang dalam bahasa Indonesia artinya Lubang Seribu. Konon katanya, bebatuan ini terlihat hanya pada saat air waduk mengering/menyusut. Pada musim penghujan, batu-batu karang ini akan terendam/tertutup oleh air waduk. Pantas saja di Google Local Guides banyak yang menanyakan apakah lubangnya sudah terlihat atau belum πŸ˜€

Banyaknya batu karang, ditambah pepohonan dan hamparan rumput hijau nan luas serta pemandangan waduk Wadaslintang yang keren membuat saya betah berlama-lama di Lubang Sewu. Di sini saya banyak mengambil foto untuk kenang-kenangan, hingga tak terasa indikator baterai hp menunjukkan angka 1% dan leb… Mematikan daya…

Karena hp sudah mati suri dan mendung di langit sudah hitam mengancam, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Benar saja, sesampai di halaman rumah hujanpun datang dengan derasnya. Untunglah kami pulang dengan tepat waktu πŸ™‚

Dan inilah beberapa foto hasil jepretan hp butut saya di obyek wisata Lubang Sewu yang telah ter-posting di akun instagram saya dan kawan saya πŸ˜€

Tentang Marjono 47 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*