Jangan Gagal Paham Dengan Tarif Panggilan WhatsApp

Fitur panggilan suara dan video sudah lama hadir di aplikasi perpesanan WhatsApp. Pastinya hampir seluruh pengguna WhatsApp pernah memanfaatkan fitur tersebut untuk ngobrol jarak jauh bersama kerabat & sahabat karena tarif yang lebih murah. Ya, lebih murah jika dibanding dengan telepon biasa yang berbayar pulsa.

Sayangnya meski tergolong fitur lama, ternyata masih ada pengguna yang belum paham mengenai tarif yang berlaku untuk sebuah panggilan suara ataupun panggilan video melalui WhatsApp. Beberapa orang masih beranggapan bahwa tarif panggilan melalui aplikasi WhatsApp sama seperti panggilan/telepon konvensional.

Apa yang saya katakan di atas adalah fakta, bukan sebuah karangan yang saya buat-buat. Terkadang saat saya menelepon ataupun video call dengan teman menggunakan WhatsApp, ada saja kalimat dari seberang sana yang bikin saya jadi tertawa geli. “Matiin dulu Jon, biar gue aja yang telepon.” atau “Lo telepon pake IM3, emang gak punya Simpati? Mahal loh, kartu gue kan Simpati.” dan lain sebagainya.

Terbukti kan masih ada yang gagal paham dengan tarif panggilan via WhatsApp? Maaf, buat kawan saya yang kebetulan membaca artikel ini yang pernah bertelepon dengan kalimat semacam di atas, jangan tersinggung ya 😀 Saya tak ada maksud apa-apa terhadap kalian. Justru saya ingin mengucapkan banyak terima kasih, berkat kalian saya jadi punya bahan untuk menulis sebuah artikel lagi.hehehe…

Baca Juga:  Memotong dan Menggabung Video di HP Android dengan VivaVideo Pro

Sebenarnya berapa sih tarif panggilan suara dan video call melalui WhatsApp? Apa saja syarat agar bisa melakukan panggilan via WhatsApp? Kamu yang ingin tahu jawabannya wajib menyimak uraian yang akan saya tuliskan di bawah ini. Uraian ditulis berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Fitur panggilan WhatsApp gratis

Fitur panggilan di WhatsApp bisa digunakan secara gratis baik panggilan suara maupun panggilan video. WhatsApp Inc. tidak mengenakan tarif berlangganan sepeserpun bagi penggunanya. Kita bisa mengobrol sampai puas selama apapun melalui aplikasi ini.

Dikenakan tarif data operator

WhatsApp memang menggratiskan layanannya, tapi tidak dengan operator seluler yang kita pakai. Kita akan dikenakan tarif internet per kb oleh operator seluler untuk bisa menggunakan WhatsApp, termasuk untuk melakukan panggilan via aplikasi tersebut. Seperti yang kita ketahui bersama, komunikasi melalui WhatsApp tak akan pernah terjadi tanpa adanya koneksi internet. Meski dikenakan tarif data per kb oleh operator saya rasa hal ini tak jadi masalah, mengingat harga paket internet saat ini sudah cukup murah.

Semua dikenakan tarif data operator

Berhentilah mengatakan “Matiin dulu, biar gue aja yang telepon.” Kenapa? Sebab saat bertelepon melalui WhatsApp baik penelepon maupun penerima telepon sama-sama dikenakan tarif data/internet. Jadi tak ada bedanya antara penelepon dengan penerima, sama-sama berkurang kuota internetnya.

Penerima panggilan WhatsApp juga dikenakan biaya data/internet

Tarif tetap per kb meski lintas operator

Meski lawan bicara menggunakan kartu dari operator seluler yang berbeda, tarif panggilan WhatsApp tetap dihitung per kb. Jadi jangan khawatir, kita tidak akan membayar lebih mahal seperti panggilan lintas operator saat menggunakan panggilan telepon biasa.

Baca Juga:  Mencicipi Manisnya Android Pie di Xiaomi Redmi 3 Pro dengan Custom ROM Mokee

Syarat untuk melakukan panggilan WhatsApp

Agar bisa melakukan panggilan suara dan video melalui WhatsApp, penelepon dan penerima harus:

  • menginstal dan memiliki akun WhatsApp di smartphone-nya,
  • sama-sama online (data smartphone dihidupkan), kalau data/internet penerima Off maka telepon tidak akan tersambung,
  • disarankan memiliki kuota data/internet yang cukup agar biaya lebih murah, sebab kalau pakai pulsa biasa tarif per kb-nya lebih mahal.

Tak terasa artikel ini telah tertulis cukup panjang. Sebenarnya masih ada beberapa hal yang ingin saya tuliskan tentang aplikasi WhatsApp beserta fitur di dalamnya. Namun melihat jumlah kata sudah 500 lebih lebih baik saya akhiri dulu sampai di sini. Sebab saya sendiri tak suka membaca artikel yang begitu panjang dalam 1 halaman. Lebih baik saya tuangkan esok hari pada judul artikel selanjutnya. Hmmm… meski mungkin tak begitu banyak dicari, setidaknya artikel semacam ini mampu memberi sedikit pencerahan bagi mereka yang belum mengerti 😀

Tentang Marjono 47 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*