Ikut Kebumen Berlari, Event Lari Pertama di Kebumen dengan Ribuan Peserta

Kebumen Berlari, event lari pertama di Alun-alun Kebumen
Sumber: Grup Whatsapp Kebumen Berlari

Ada yang beda dengan Car Free Day (CFD) di alun-alun Kebumen Minggu pagi kemarin, 18 November 2018. Pagi itu alun-alun yang berada di pusat kota Kebumen tampak lebih ramai dari biasanya. Ya, sebab di sana sedang diselenggarakan 2 event secara bersamaan oleh 2 panitia yang berbeda.

Event pertama adalah lomba lari yang diadakan oleh SMP Muhammadiyah 2 Kebumen dalam rangka memperingati dan memeriahkan Milad Muhammadiyah yang ke 106 tahun 2018. Dan event yang kedua adalah jalan sehat dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-73. Untuk info detail jalan sehat saya kurang begitu paham, tapi yang jelas saya lihat pesertanya lumayan banyak.

Sebagai pehobi lari, tentu saya memilih untuk mengikuti event yang diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 2 Kebumen. Meski pagi itu langit mendung dan sempat turun hujan, saya bersama seorang kawan tetap berangkat ke alun-alun Kebumen yang berjarak ±20 km dari rumah. Beruntung cuaca di alun-alun cerah, sehingga saya dan para pelari lainnya bisa menyelesaikan perlombaan tanpa hambatan. Namun ketika pembagian doorprize dan penyerahan hadiah untuk para juara, hujanpun turun mengguyur kota Kebumen.

Ini dia beberapa foto saya di event Kebumen berlari yang saya post di Instagram:

Event Kebumen Berlari diikuti oleh 2220 peserta yang berasal dari Kebumen dan kabupaten sekitarnya. Sebut saja Purworejo, Magelang, Temanggung, Boyolali, Cilacap, Purwokerto, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan masih banyak lagi. Bahkan ada yang datang dari Bekasi dan Sumatera. Menariknya, event ini juga diikuti oleh seorang peserta asal Kenya. Saya sempat menanyakan kepada panitia, rupanya pelari asal Kenya ini datang atas kemauan sendiri bukan atas undangan dari panitia.

Dalam event lari yang diselenggarakan pertama kali di Kebumen ini, ada 4 nomor lari jarak jauh Putra dan Putri yang diperlombakan yaitu 4 km pelajar SD/MI, 8 km pelajar SMP/MTs, 8 km pelajar SMA/MA/SMK dan 8 km Mahasiswa/Dewasa/Umum. Saya yang pernah muda ini otomatis masuk ke dalam kategori Mahasiswa/Dewasa/Umum 😆

Baca Juga:  Wisata Alam Prabu, Nikmati Keindahan Alam Kebumen dari Atas Bukit

Adapun hadiah bagi mereka yang berhasil naik podium adalah Trophy, Piagam serta uang pembinaan dengan jumlah total 10 juta rupiah. Jangan tanya saya juara berapa, sudah tentu saya tertinggal jauh di belakang. Maklumlah, kepesertaan saya hanya sebagai tim hore agar acara semakin ramai dan meriah, mana bisa mengimbangi kecepatan lari para juara 😀

Bisa dibilang acara Kebumen Berlari berlangsung dengan sangat lancar dan sukses, meskipun start perlombaan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Di proposal dan di pengumuman grup Whatsapp tertulis lari akan dimulai pukul 06.30. Tapi aktualnya untuk kategori 4 km SD/MI baru di-start jam 7 lebih dan disusul kategori Umum, SMA, SMP dengan jeda masing-masing 3 menit.

Saat perlombaan berlangsung, rupanya lintasan lari tidak steril. Padahal saya pikir lintasan akan steril dari kendaraan bermotor, mengingat peserta lomba yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Sepanjang pelarian saya sering mendengar klakson berbunyi sebagai tanda bahwa si pengendara meminta jalan/agar pelari menepi. Bahkan ada seorang peserta mengungkapkan kekecewaannya kepada saya. Katanya, sebenarnya dia bisa mendapat medali finisher. Namun karena larinya dihentikan petugas di sebuah perempatan untuk menyeberangkan pengguna jalan lain, akhirnya dia tidak mendapat medali karena tersalip oleh beberapa pelari yang semula ada jauh dibelakangnya.

Baca Juga:  Pengalaman Ganti Kartu Dengan Nomor yang Sama di Grapari Telkomsel

Usai finish, pembagian air mineral juga tidak merata. Mungkin kalau di belakang garis finish ada yang ditugaskan untuk membagi air mineral hal itu tidak akan terjadi. Kemarin, yang finish duluan bisa ambil air mineral sepuasnya. Sedangkan yang sampai finish pertengahan-terakhir tidak kebagian karena air mineral sudah habis. Bagi yang tidak membawa uang saat lari, terpaksa harus ke penitipan barang dulu untuk ambil uang di tas agar bisa membeli sebotol air sekedar untuk membasahi tenggorokan yang kering.

Pendaftaran peserta event Kebumen Berlari memang tidak dipungut biaya alias gratis. Jadi wajar saja kalau hanya disediakan 100 medali untuk 100 finisher terdepan dengan rincian masing-masing kategori 13 medali untuk finisher putra dan 12 medali untuk finisher putri. Mungkin peserta tak akan keberatan kalau pendaftaran dikenakan biaya minimal setara dengan biaya pembuatan medali, asalkan medali disediakan untuk semua yang mampu mencapai garis finish. Ya, biar ada kenang-kenangannya.

Terlepasa dari semua yang sudah saya tuliskan di atas, sebagai warga Kebumen saya sangat senang dan bangga karena akhirnya di kota tercintaku ini ada event lari juga. Jauh dari bayangan, sebab di pertengahan tahun 2017 saya pernah mencoba membuat komunitas Kebumen Runners dengan jadwal latihan bersama setiap Minggu pagi di alun-alun Kebumen, namun hanya bertahan hingga akhir 2017. Sebuah kejutan yang luar biasa bagi saya karena SMP Muhammadiyah 2 Kebumen mengadakan event Kebumen Berlari yang mempertemukan ribuan pelari dari Kebumen dan luar Kebumen dalam satu tempat. Terima kasih banyak saya ucapkan atas kerja keras seluruh panitia Kebumen Berlari, Anda semua keren 😀

Tentang Marjono 47 Articles
Blogger asal Kebumen. Udah gitu doang.hehe...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*